SELAMAT HARI RAYA PASKAH 2016

Jumat, 15 April 2016

HARI DOA PANGGILAN SEDUNIA KE-53





PESAN BAPA SUCI PAUS FRANSISKUS

UNTUK HARI DOA PANGGILAN SEDUNIA KE-53
(17 April 2016)

Gereja, Bunda Kaum Terpanggil

Saudari-saudara terkasih,
Inilah harapan besar saya bahwa, selama masa Yubileum Agung Kerahiman ini, semoga semua orang beriman mengalami kegembiraan yang dimiliki Gereja dan menemukan kembali bahwa panggilan Kristiani, sebagaimana setiap panggilan khusus, lahir dari dalam Umat Allah, dan merupakan anugerah belaskasih ilahi. Gereja adalah rumah belaskasih, dan merupakan “tanah subur” dimana panggilana berakar, tumbuh matang dan berbuah.
Dengan harapan tersebut, pada kesempatan Hari Doa Panggilan sedunia ke-53 ini, saya mengundang Anda semua untuk merenungkan komunitas apostolik dan bersyukur atas peran komunitas dalam setiap perjalanan panggilan masing-masing orang. Dalam Bulla Yubileum Agung Kerahiman, saya mengetengahkan kembali kata-kata St. Beda, yang melukiskan panggilan St. Mateus : “Rendah hati dan Terpilih” – “Miserando atque eligendo” (Misericordiae Vultus, 8). Tindakan belaskasih Tuhan adalah mengampuni dosa-dosa kita dan membuka kita kepada hidup baru yang terwujud dalam panggilan kemuridan dan misi perutusan. Setiap panggilan dalam Gereja memiliki asal-usulnya dalam tatapan belaskasih Yesus. Pertobatan dan panggilan adalah dua sisi dari satu koin yang sama, dan secara terus menerus tetap terhubung di seluruh hidup kemuridan misioner.

Kamis, 24 Maret 2016

PESTA KERAHIMAN




PESTA KERAHIMAN ILAHI
Pada hari Minggu Kerahiman (Minggu Paskah II)


A. Pengantar
Pesta Kerahiman atau Minggu Kerahiman dirayakan oleh Gereja pada Hari Minggu pertama sesudah Paskah (Hari Minggu Paskah II). Latar belakang perayaan ini adalah perwahyuan yang diterima St. Faustina dari Yesus sendiri, yang meminta, “Aku mau supaya ada Pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paska. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman.” Permintaan ini disampai-kan oleh Yesus kepada St. Faustina dari Polandia pada penampakan-Nya tanggal 22 Februari 1931. Permintaan Yesus ini baru terwujud pada tahun 2000, ketika Bapa Suci St. Yohanes Paulus II menetapkan Hari Minggu setelah Minggu Paskah sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Sejak saat itu Gereja universal secara resmi merayakan Pesta Kerahiman ilahi.

VIGILI PASKAH





VIGILI PASKAH (MALAM PASKAH)
Tirakatan Kebangkitan Tuhan
  
1. Makna
Malam Paskah adalah malam suci kebangkitan Tuhan, yang merupakan puncak perayaan Trihari Paskah. Bagi Gereja malam ini adalah malam vigili (berjaga) bagi Tuhan (Kel 12:42). Seturut nasihat Injil (Luk 12:35-37) umat beriman dengan membawa lilin bernyala bersikap seperti orang-orang yang menantikan Tuhan bila Ia datang lagi. Pada waktu Ia tiba dan mendapati mereka sedang berjaga, Ia akan mengundang mereka duduk bersama pada meja perjamuan-Nya. Gereja berjaga (tirakatan) untuk menantikan kebangkitan Kristus dan merayakannya dalam ibadat suci.
Pada Malam Paskah ini Gereja juga membaptis para katekumen. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa dengan dibaptis mereka (katekumen) ikut serta dalam misteri Paskah, yakni wafat dan bangkit bersama Kristus. Ada kesamaan antara baptis dan paskah: Kristus wafat, dimakamkan, lalu bangkit; para baptisan baru pun mati dari dosa-dosanya, dimakamkan (dengan simbol air baptis) dan bangkit (menjadi manusia baru) sebagai anak-anak Allah. Gereja juga mengajak kaum beriman untuk membaharui janji baptisnya. Dosa dan kelalaian kita karena ingkar akan janji baptis, pada perayaan Malam Paskah ini disegarkan kembali dengan janji baptis. Kitapun diajak untuk menjadi manusia baru, anak-anak Allah.

JUMAT AGUNG



JUMAT AGUNG
Mengenang Sengsara Tuhan


1. Makna
Pada hari ini Gereja mengenangkan Kristus, Anakdomba Paskah kita, yang dikur-bankan. Dalam Ibadat Sabda sesudah tengah hari (pukul 15.00) Gereja mengenangkan sengsara dan wafat Yesus, menghormati salib, dan mengenang kembali kelahirannya (Gereja) dari lambung Yesus yang tertikam saat tergantung di salib.
Pada hari ini tidak ada perayaan Ekaristi; Gereja menja-lani puasa dan pantang yang harus dipandang keramat. Hari ini disebut sebagai hari puasa Paskah karena sudah termasuk dalam rangkaian Trihari Paskah; dibedakan dengan hari-hari puasa Prapaskah (40 hari). Bila memungkinkan puasa dapat diperpanjang hingga hari Sabtu Suci, supaya kita dapat menikmati kegembiraan kebangkitan Tuhan dengan hati yang riang dan lapang.

KAMIS PUTIH



TRI HARI PASKAH
(Triduum Paschale)

         Sebelum memasuki masa Trihari Paskah Gereja menjalani suatu masa tobat dan puasa yang disebut dengan Masa Pra-paskah (Tempus Quadragesimae). Masa Prapaskah diawali pada perayaan Rabu Abu dan berakhir pada perayaan Kamis Putih. Pada hari-hari terakhir Masa Prapaskah dan menjelang Trihari Paskah terdapat suatu masa yang cukup penting, yakni Pekan Suci (Hebdomada Sancta). Pekan Suci diawali dengan Misa Pengenangan Sengsara Tuhan pada perayaan Minggu Palma atau Minggu Sengsara. Kamis Putih menjelang Misa Perjamuan [Malam] Tuhan sekaligus merupakan akhir Masa Prapaskah dan Pekan Suci.
Selama Trihari Paskah Gereja merayakan misteri-misteri terbesar karya penebusan. Perayaan Trihari Paskah merupakan puncak Tahun Liturgi. Rangkaian Trihari Paskah itu dimulai dengan Misa Perjamuan Tuhan pada Kamis Putih sore dan ber-akhir dengan Ibadat Sore II Hari Minggu Paskah. Saat-saat itu Gereja mengenangkan peristiwa penyaliban (sengsara), pema-kaman (wafat), dan kebangkitan Kristus. Ada satu garis ritual yang utuh: awal, puncak, dan penutup.

Sabtu, 08 Juni 2013

GEMPAR 9 JUNI 2013

= <!--[if gte mso 9]> Paroki St Yoseph Normal User 2 19 2013-03-09T03:53:00Z 2013-06-08T11:30:00Z 2013-06-08T11:30:00Z 4 1135 6470 Palembang 53 15 7590 12.00 <![endif]

Daftar Isi :

1.   RENUNGAN                   : Allah itu Dekat dengan Manusia
2.   RUANG KATEKESE     : Statistik Gereja Katolik dalam Buku Kepausan 2013
3.   ORANG KUDUS            : St. Yosef  Cupertino
3.   ANEKA INFO


Renungan          

Minggu, 9 Juni 2013: Hari Minggu Biasa X   (H)
1 Raj 17:17-24; Gal 1:11-19; Luk 7:11-17

ALLAH ITU DEKAT DENGAN MANUSIA
Pernahkah kita menyimak dan mendalami hidup Bunda Theresa dari Kalkuta? Bukankah seluruh hidup dan matinya bersama dengan orang-orang kecil dan tersingkirkan! Tak dapat disangkal bahwa orang meyakini cara hidup dan perjuangannya menunjukkan kasih Allah. Allah hadir bersama dengan manusia. Tentu secara nyata Theresia adalah manusia yang lemah tak berdaya namun kehidupannya menunjukkan wajah Allah yang penuh kasih. Allah juga memberi kekuatan kepadanya.

Kamis, 06 Juni 2013

STATISTIK

<!--[if gte mso 9]> User Normal User 1 3 2013-06-07T03:18:00Z 2013-06-07T03:21:00Z 4 1021 5823 48 13 6831 12.00 <![endif] -->
STATISTIK GEREJA KATOLIK
dalam Buku Tahunan Kepausan 2013


Jumlah umat Katolik secara global tidak banyak berubah yaitu pada angka 1,214 milyar jiwa, meningkat sedikit lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan global untuk periode 2010/2011. Jumlah imam (religius dan diosesan) tumbuh terutama karena kenaikan panggilan di Asia dan Afrika yang membantu menyeimbangkan penurunan di Eropa (turun 9% pada dekade terakhir).
Hal yang sama tidak terjadi pada jumlah biarawati dengan kecenderungan menurun sebesar 10% selama dekade terakhir. Akan tetapi, mungkin statistik paling mengejutkan yang terungkap dalam Annuario Pontificio (Buku Tahunan Kepausan) 2013 adalah ledakan pertumbuhan panggilan diakonat permanen, khususnya di Eropa dan Amerika Serikat di mana jumlah diakon permanen meningkat lebih dari 40% dalam dekade terakhir.

Selasa, 28 Mei 2013

KALENDER LITURGI : 26 - 31 Mei 2013


Karena link sedang bermasalah maka  Kalender Liturgi tidak bisa ditampilkan. 

Minggu, 26 Mei 2013, HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS (P)
Ams. 8:22-31; Mzm. 8:4-5,6-7,8-9; Rm. 5:1-5; Yoh. 16:12-15

Senin, 27 Mei 2013, Hari Biasa (H)
Pfak St Agustinus dr Canterbury, Uskup (P)
Sir. 17:24-29; Mzm. 32:1-2,5,6,7: Mrk. 10:17-27

Selasa, 28 Mei 2013, Hari Biasa (H)
Sir. 35:1-12; Mzm. 50:5-6,7-8,14,23; Mrk. 10:28-31

Rabu, 29 Mei 2013, Hari Biasa (H)
Pfak St Maria Anna dr Paredes, Yoseph Gerard, Perawan Ordo III (P)
Pfak B Yoseph Gerard, Imam (P)
Sir. 36:1,4-5a,10-17; Mzm. 79:8,9,11,13; Mrk. 10:32-45

Kamis, 30 Mei 2013, Hari Biasa (H)
Pfak B Marta Wiecka (P)
Pfak B Baptista Varani, Biarawan (P)
Sir. 42:15-25; Mzm. 33:2-3,4-5,6-7,8-9; Mrk. 10:46-52

Jumat, 31 Mei 2013, Pesta St Perawan Maria Mengunjungi Elisabet
Zef. 3:14-18a atau Rm. 12:9-16b; MT Yes. 12:2-3,4-bcd,5-6; Luk. 1:39-56

Jumat, 24 Mei 2013

GEMPAR 26 MEI 2013

<!--[if gte mso 9]> Eepc-intel Normal User 2 29 2013-05-25T03:14:00Z 2013-05-25T03:14:00Z 6 1789 10201 85 23 11967 12.00 <![endif]

Renungan          




TRITUNGGAL MAHA KUDUS ?

Pada hari minggu ini kita merayakan hari raya Tritunggal Mahakudus. Permenungan kali ini mengungkapkan kesatuan daya-daya ilahi yang menyertai para murid, secara khusus anugerah Roh Kebenaran yang akan datang membimbing para murid ke dalam kebenaran.
Roh Kebenaran  yang dimaksud oleh Yesus adalah daya-daya ilahi yang membawa manusia untuk mengalami Tuhan Yang Mahakuasa dengan cara yang pribadi dalam hidup harian. Roh Kebenaran itu akan membuat para murid mengerti siapakah Yesus yang telah mereka ikuti itu. Roh ini membuat orang menemukan Tuhan Yang Mahakuasa di tengah-tengah manusia. Dia itu ujud nyata bagaimana Yang Mahakuasa memperhatikan manusia. Yang tak terjangkau dan yang menggentarkan itu kini tampil sebagai yang dapat dikenali sehingga orang dapat dekat dengan-Nya.

Selasa, 21 Mei 2013

ADORASI-2

<!--[if gte mso 9]> User Normal User 1 12 2013-05-21T15:39:00Z 2013-05-21T15:51:00Z 5 1510 8612 71 20 10102 12.00 <![endif]

ADORASI
SAKRAMEN MAHAKUDUS

1. Pengertian Adorasi
Adorasi berasal dari Bahasa Latin (adore, adoratio) yang berarti menyembah, bersujud, berbakti, memberi hormat. Maka unsur pokok dalam adorasi adalah sembah sujud atau pemujaan dan penghormatan atas dasar cinta yang mendalam.
Dalam Gereja Katolik adorasi dimengerti sebagai bentuk sembah sujud kepada Tuhan Yesus yang sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Maka istilah lengkap yang sering dipakai adalah Adorasi Sakramen Mahakudus atau Adorasi Sakramen Ekaristi Mahakudus.

ORANG KUDUS


Beato Zenon Kovalky
 Pastor Zenon Kovalyk berasal dari sebuah keluarga petani miskin. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi imam. Sebelum menjadi imam, pria kelahiran Desa Ivachic Horishniy, Ukraina, 18 Agustus 1903 ini bekerja sebagai guru SD di desanya. Lalu, ia bergabung dengan Kongregasi Redemptoris. Setelah menamatkan studinya di Belgia, ia ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1932. Misa pertamanya diadakan di desanya pada tahun yang sama. Pada perayaan ini, ia membagikan kartu kenangan tahbisan yang berisi doa, ”Ya Yesus, terimalah aku sebagai persembahan bersama Kurban Suci Tubuh dan Darah-Mu, bagi Gereja yang kudus, bagi kongregasiku, dan bagi Tanah Airku.”

Jumat, 17 Mei 2013

GEMPAR 19 Mei 2013

<!--[if gte mso 9]> Eepc-intel Normal User 2 8 2013-05-18T15:28:00Z 2013-05-18T15:28:00Z 4 1456 8304 69 19 9741 12.00 <![endif]
RUANG KATEKESE


ROH KUDUS: Siapakah Dia? (2)

Karakter dari Roh Kudus
Teolog besar Gereja Katolik, St. Thomas Aquinas memberikan pemaparan tentang lima karakter dari Roh Kudus, sebagai berikut:
1.   Roh Kudus adalah Tuhan. Rasul Paulus mengajarkan bahwa para malaikat adalah roh yang melayani manusia, agar manusia dapat memperoleh keselamatan (lih. Ibr 1:14). Namun demikian, Roh Kudus bukanlah malaikat yang murni spiritual, namun Roh Kudus sendiri adalah Tuhan. Injil Yohanes menyebutkan bahwa Allah adalah Roh (lih. Yoh 4:24). Rasul Paulus juga menyebutkan hal yang sama: “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan” (2Kor 3:17).

Kamis, 16 Mei 2013

ADORASI-1

<!--[if gte mso 9]> User Normal User 1 8 2013-05-17T02:57:00Z 2013-05-17T03:05:00Z 4 1205 6875 57 16 8064 12.00 <![endif]
EKARISTI JUMAT PERTAMA



“Lihatlah Hati itu yang telah mengasihi umat manusia
dan memberikan segala-galanya kepada mereka,
bahkan menyerahkan dirinya sediri sebagai jaminan kasih-Nya,
tetapi menerima dari sebagian besar umat manusia,
bukan balasan kasih, melainkan rasa tidak berterimakasih,
dan penghinaan kepada Sakramen Kasih.”

Di berbagai paroki perayaan Ekaristi Jumat Pertama (di awal bulan) biasanya jauh lebih meriah dan lebih banyak umat yang hadir daripada ekaristi pada hari Jumat lainnya; apalagi dibandingkan dengan misa harian. Bahkan di sekolah-sekolah Katolik Misa Jumat Pertama sudah suatu hal yang “sepertinya” wajib! Mengapa Hari Jumat Pertama (dan ekaristi pada hari itu) begitu istimewa?