WELCOME to St. Yoseph Rm. L. Rakidi --- Selamat Berkarya di tempar yang baru Rm. Kris

Minggu, 05 Mei 2013

RENUNGAN DAN DOA PERISTIWA ROSARIO-4


PERISTIWA TERANG / CAHAYA


1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat 3: 16-17)

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Renungan:

Ketika Yesus dibaptis di Sungai Yordan, terdengarlah suara dari langit; Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan. Peristiwa ini merupakan suatu bukti yang menjamin bahwa Yesus adalah sungguh-sungguh Anak Allah, dan bahkan Allah sendirilah yang menyatakan demikian.

Jadi, apabila Yesus yang adalah Anak Allah merelakan diri-Nya untuk mela-yani orang lain; kita pun, yang telah dipersatukan sebagai anak Allah dalam pembaptisan pun diharapkan berbuat demikian pula. Jangan malu dan ragu dalam melayani, seberapa banyak yang bisa kita perbuat, ingatlah bahwa Yesus telah melakukannya terlebih dahulu.

Bapa, berkat rahmat baptisan kami juga Kau angkat menjadi anak-anak-Mu. Bantulah kami untuk dapat menghayati dan mewujudkan rahmat baptisan itu di dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.


2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh2:11)

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya perca-ya kepada-Nya.

Renungan;

Mukjizat pertama Yesus, mengubah air menjadi anggur pada pesta nikah di Kana, mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan sendiri pun kita bisa “kehabisan anggur”. Kita seringkali merasa gagal, putus asa, tidak berse-mangat dan kecewa.

Marilah, pada saat ini dengan rendah hati kita meminta agar Yesus selalu “menambahkan anggur” dalam kehidupan kita. Dengan rosario ini, kita berdoa bersama Bunda Maria untuk senantiasa dimampukan dalam setiap langkah kehidupan kita. Semoga Yesus berkenan “menambahkan anggur” dengan berlimpah-limpah, dan tentunya dengan anggur yang lebih baik.

Ya Yesus, bantulah kami agar menjadi pribadi yang tegar dan hanya mengandalkan Dikau dalam kehidupan kami. Semoga hidup kami berkelim-pahan rahmat-Mu dan menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.


3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat 4: 17,23)

Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat. Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea, Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang di antara bangsa itu.

Renungan:

Dengan bertobat manusia kini dapat masuk dalam Kerajaan Surga. Karena itulah pintu yang dibukakan Yesus bagi semua orang, terutama bagi orang  berdosa. Pembebasan itu dinyatakan Yesus dengan penyembuhan, meng-hidupkan yang mati, membuka mata yang buta dan telinga yang tuli, dan membebaskan mereka yang teraniaya, tertindas, dan tersingkirkan untuk mengembalikannya dalam martabat manusia kembali seperti  dikehendaki Allah.

Sejauh manakah saya telah menghadirkan dan mewujudkan Kerajaan Surga bagi diri saya sendiri dan bagi sesama?

Ya Yesus, Kerajaan Surga yang Engkau wartakan adalah kehidupan yang penuh kasih dan damai dengan Allah dan sesama. Semoga kami pun dengan tekun dan setia dalam menghayati dan mewartakan kerajaan-Mu itu dalam kehidupan kami di dunia ini. Amin.


4.      Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat 17:2-5)

Yesus berubah rupa di sebuah gunung yang tinggi. Wajah-Nya bercahaya seperti matahari. Allah bersabda kepada tiga rasul Yesus, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Renungan:

Bagi Petrus, Yohanes dan Yakobus, apa yang mereka saksikan di Gunung Tabor bukti nyata siapa jati diri Yesus sesungguhnya. Ia adalah Putra Allah yang berkenan kepada Bapa-Nya dan menjadi utusan Allah bagi manusia. Maka Allah menghendaki kita untuk mendengarkan-Nya. Inilah jalan menu-ju kemuliaan Allah dengan menjadi murid dan melaksanakan ajaran-Nya, sebab Putra Allah telah tinggal dan hadir di tengah kita sebagai manusia yang berkenan kepada Bapa.

Bagaimanakah hidup keseharianku dapat menampakan kemuliaan bagi sesamaku?

Ya Yesus, ajarlah kami mampu mendengarkan dan melaksanakan ajaran-Mu dengan sepenuh hati.Dan akhirnyapun kelak kami Kau undang dan boleh menikmati kemulian-Mu. Amin.


5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk 14: 22-24)

Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecah-kannya lalu memberikannya kepa-da mereka dan berkata: “Ambillah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu. Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjan-jian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.

Renungan:

Yesus yang telah bangkit dari kematian secara berulang-kali menampakkan diri kepada rasul-Nya. Sesudah naik ke surga Ia mengutus Roh Kudus-Nya agar menyertai, membimbing dan menerangi para rasul-Nya. Yesus ingin berada di tengah para murid-Nya secara terus menerus. Itulah sebabnya Ia meninggalkan kenangan amat berharga, yakni Tubuh dan Darah-Nya sendiri yang senantiasa kita sambut dalam Ekaristi. 

Sudah berapa kalikah kita mengikuti Ekaristi, menyambut Tubuh dan Darah Kristus? Pernahkah kita menghitungnya? Apakah ekaristi sungguh menjadi sumber hidup dan pengudusan bagi hidupku?

Ya Yesus, Tubuh dan Darah-Mu adalah sumber hidup bagi kami. Sucikanlah kami agar layak dan pantas menyambut-Mu setiap kali kami merayakan Ekaristi kudus. Amin.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.